karena hujan yang terus-menerus dipalembang beberapa waktu yang lalu, membuat rumah yang saya dan keluarga tempati sekarang, hampir kebanjiran. karena Mama orangnya panik-an lansung aja mau ngejual rumah ini.
setelah 10 tahun di tinggali rumah ini mulai terancam banjir, mungkin karena pembangunan yang semakin pesat dipalembang di mana rawa-rawa mulai di timbun idan di bangun berbagai bangunan, yang menyebabkan berkurangnya daerah serapan air, padahal rawa-rawa itu sendiri berperan besar dalam penyerapan air di tambah lagi dengan sampah-sampah yang menghambat saluran air. dan bisa jadi terkait masalah global warming yang menyebabkan ketinggian air meningkat karena es kutub yang mencair.
ok, balik lagi ke masalah jual rumah. entah hanya kebetulan atau memang sudah di takdirkan (ceile bahasanya) besoknya sudah ada yang menawar dengan harga yang pas. dan tanpa nego panjang 3 hari kemudia rumah ini pun sudah berpindah tangan.
setelah 10 tahun di tinggali rumah ini mulai terancam banjir, mungkin karena pembangunan yang semakin pesat dipalembang di mana rawa-rawa mulai di timbun idan di bangun berbagai bangunan, yang menyebabkan berkurangnya daerah serapan air, padahal rawa-rawa itu sendiri berperan besar dalam penyerapan air di tambah lagi dengan sampah-sampah yang menghambat saluran air. dan bisa jadi terkait masalah global warming yang menyebabkan ketinggian air meningkat karena es kutub yang mencair.
ok, balik lagi ke masalah jual rumah. entah hanya kebetulan atau memang sudah di takdirkan (ceile bahasanya) besoknya sudah ada yang menawar dengan harga yang pas. dan tanpa nego panjang 3 hari kemudia rumah ini pun sudah berpindah tangan.
ya selamat tinggal rumah kenangan, selamat datang rumah baru.